Bisnis-Ala-Nabi-Muhammad

40 Kedahsyatan Bisnis Ala Nabi Muhammad SAW – Bagian 2 adalah Sebagai Jalan Menetapkan Visi Mulia

Pesan kearifan Nabi SAW:
Barangsiapa yang menjadikan dunia ini sebagai satu-satunya tujuan akhir (yang utama), niscaya Allah akan menyibukkan dia dengan (urusan dunia itu), Allah akan membuatnya miskin seketika, dan ia akan tercatat (ditakdirkan) merana di dunia ini. Namun, barangsiapa yang menjadikan akhirat sebagai tujuan akhirnya, Allah akan mengumpulkan teman-teman untuknya dan Allah akan membuat hatinya kaya, dunia akan takluk dan menyerah kepadanya.
(HR Ibnu Majah dan Turmudzi).

Luar biasa visi yang diajarkan Nabi Muhammad saw. kepada seorang pebisnis. Visi ini menembus batas langit menjangkau masa yang tidak terbayangkan. Itulah visi akhirat sebagai tujuan manusia hidup di dunia ini.
Dunia yang dikejar dengan bisnis tidak akan ada habisnya. Semakin sibuk kita dengan dunia maka Allah Swt. pun akan menyibukkan kita. Lalu, Dia membuat seseorang bisa miskin seketika hingga yang paling menyedihkan adalah ditakdirkan merana di dunia.

Telah banyak contoh para pebisnis yang pada ujungnya tersandung berbagai masalah. Dahulu, mereka kita kenal sebagai orang yang bergelimang harta, eksekutif perusahaan yang supersibuk, dan benar-benar lihai dalam berbisnis. Akan tetapi, kemudian mereka pun duduk di kursi pesakitan karena terlibat dalam hal korupsi (mark-up), sogok (riswah), ataupun kolusi dengan pejabat untuk mendapatkan proyek. Allah membuatnya miskin seketika dan menakdirkannya merana di penjara. Naudzubillahi min dzalik semoga kita terhindar dari hal-hal demikian. Karena itu, pentinglah seorang pebisnis menetapkan visi akhirat dan segala aktivitas bisnis berdimensi akhirat.

“Dunia yang dikejar dengan bisnis tidak akan ada habisnya. Semakin sibuk kita dengan dunia maka Allah Swt. pun akan menyibukkan kita.”

Jangan pernah ragu untuk menetapkan visi akhirat sehingga ridha dan Dia mengumpulkan teman-teman untuk kita. Lalu, dikayakannya hati kita dari khawatir, hasad dan dengki, serta dari keserakahan. Alhasil, dunia pun bisa ditundukkan.

Pebisnis dengan basis spiritual memang tempat bergantungnya hanyalah kepada Allah Swt. Dia tidak bergantung pada makhluk, apalagi pada dunia karena sang pebisnis memiliki sebaik-baik backing yaitu Allah Swt.

(Sumber: Buku Business Wishdom of Muhammad SAW. oleh : Bambang Trim)

Sumber : Business Wisdom of Muhammad SAW Oleh Bambang Trim

Di salin kembali oleh Ameera Style Group, Supplier Dan Distributor Busana Muslim Indonesia.
Koleksi PREMIUM kami bisa di lihat melalui Channel Telegram : https://t.me/gamispremium_ameerastyle
Sedangkan koleksi NON PREMIUMhttps://t.me/gamisnonpremium_ameerastyle

Jual Beli Dalam Islam, Akad Jual Beli, Akad Jual Beli Dalam Islam, Bisnis Ala Nabi Muhammad SAW, Kedahsyatan Bisnis Ala Nabi Muhammad SAW, Jual Beli, Bisnis Dalam Islam, Business Wisdom of Muhammad SAW, Berapa Persen Standar Keuntungan, Berapa Persen Standar Keuntungan Dalam Islam, Batasan Keuntungan Dalam Berdagang, kaidah Fiqih Jual Beli, Bisnis Ala Nabi, Bisnis Ala Nabi Muhammad

MuslimFashion #FashionMuslim #GayaRaya #HariRaya2019 #HariRaya1440H #AyoMudik #Mudik2019 #MudikLebaran2019 #MudikHariRaya #MudikHariRaya2019 #Mudik #JualBeliOnline #TokoOnline #bisnisonline #muslimah

MENU

WhatsApp chat WhatsApp Kami