Bisnis-Ala-Nabi-Muhammad

40 Kedahsyatan Bisnis Ala Nabi Muhammad SAW – Bagian 3 adalah Jalan Melahirkan Kepercayaan

Seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin (yang lain) dan seorang mukmin adalah saudara bagi mukmin (yang lain). la tidak boleh menjahilinya dengan tindakan bodoh dan hendaknya ia senantiasa memeliharanya dari arah belakang. (HR Abu Dawud).
Seorang mukmin tentu bertindak berdasarkan iman dihatinya. la merupakan saudara bagi seorang mukmin lainnya dan ia benar-benar berusaha menjaga saudaranya, termasuk dalam persoalan muammalah bisnis.


Nabi Muhammad saw. melarang tindakan bodoh seperti menjahili seorang sahabat yang mukmin. Disebut tindakan bodoh karena pasti berakibat fatal untuk diri pribadi karena seorang mukmin berada dalam penjagaan Allah Swt. Bagaimana terpikir oleh kita untuk menjahili seorang pebisnis yang jujur hanya karena dia jujur dan mudah sekali untuk dibohongi? Bagaimana terpikir oleh kita untuk menjahili seorang yang saleh dengan mengelabuhi hitungan bisnis karena dia percaya kepada kita?
Sungguh Allah Swt. Maha Melihat dan Mendengar, termasuk bisikan dalam hati seseorang yang ingin menjahili rekan bisnisnya. Sangatlah tidak beralasan ungkapan bahwa orang yang jujur pasti terbujur. Apa yang niscaya adalah orang jujur pasti selamat.


Seorang Muslim yang berniat berbisnis memang perlu membangun apa yang disebut personal branding. Pakar marketing, Hermawan Kartajaya, menyebutkan bahwa personal branding dibangun dengan tiga unsur, yaitu POSITIONING-DIFFERENTIATION-BRAND (PDB).
Hal pertama, seorang Muslim harus memiliki positioning dirinya dengan menunjukkan bahwa dirinya adalah seorang Muslim. Tidak harus ditunjukkan dengan simbol-simbol yang sifatnya fisik, seperti memakai baju koko atau memakai peci, tetapi lebih hakiki ditunjukkan dengan kepribadian. Kata lain dari kepribadian adalah akhlak sebagai seorang muslim.


“Personal branding yang baik atau positif tentu akan melahirkan kepercayaan dan kepercayaan menghasilkan teladan.”


Hal kedua adalah perbedaan bahwa setiap orang diciptakan oleh Allah Swt. dengan kelebihan dan keunikannya tersendiri. Dalam membangun imej dirinya, seorang Muslim memang mendapatkan ciri khas. Apabila kita teliti beberapa Sahabat Rasul saw. pun memiliki perbedaan: Ali ra. sebagai seorang yang cerdas, Abu Bakar ra. terkenal seseorang yang penyabar, Umar ra. terkenal sebagai seorang pemberani. Untuk itu, seorang Muslim perlu mendalami apa menjadi minat dan kemampuannya sehingga ia memiliki satu da sebagai imej diri yang positif.


Hal ketiga adalah brand atau merk diri. Perhatikan be-berapa da’i atau ustad yang kini juga menggunakan brand untuk mengusung suatu dakwah tertentu. Ada Aa Gym yang mengusung brand MQ, Ustad Yusuf Mansur yang mengusung brand sedekah (the power of giving), Ustad Aam Aminuddin yang meng¬usung brand Percikan Iman, dan Ustad Arifin Ilham yang mengusung brand Majelis Dzikir. Akan tetapi, dalam personal branding atau merk diri yang lebih dalam adalah akhlak itu sendiri atau kerap pada wanita disebut juga inner beauty.


Personal branding yang baik atau positif tentu akan melahirkan kepercayaan dan kepercayaan menghasilkan teladan. Stephen Covey menyebutkan bahwa di dunia ini tidak ada sesuatu pun melebihi kecepatan sebuah trust atau kepercayaan. Saling percaya. Kepercayaan antar sesama pebisnis membuat keputusan lebih cepat diambil karena keduanya pun akan saling melindungi.

Di salin kembali oleh Ameera Style Group, Supplier Dan Distributor Busana Muslim Indonesia.

Koleksi PREMIUM kami bisa di lihat melalui Channel Telegram : https://t.me/gamispremium_ameerastyle

Sedangkan koleksi NON PREMIUMhttps://t.me/gamisnonpremium_ameerastyle


Jual Beli Dalam Islam, Akad Jual Beli, Akad Jual Beli Dalam Islam, Bisnis Ala Nabi Muhammad SAW, Kedahsyatan Bisnis Ala Nabi Muhammad SAW, Jual Beli, Bisnis Dalam Islam, Business Wisdom of Muhammad SAW, Berapa Persen Standar Keuntungan, Berapa Persen Standar Keuntungan Dalam Islam, Batasan Keuntungan Dalam Berdagang, kaidah Fiqih Jual Beli, Bisnis Ala Nabi, Bisnis Ala Nabi Muhammad


#MuslimFashion #FashionMuslim #GayaRaya #HariRaya2019 #HariRaya1440H #AyoMudik #Mudik2019 #MudikLebaran2019 #MudikHariRaya #MudikHariRaya2019 #Mudik #JualBeliOnline #TokoOnline #bisnisonline #muslimah #JumatBerkah #mudik2019seru #Surabaya726 #LebaranKemana #PesonaKulinerMudikSurabaya #tikethariraya #HariTanpaTembakauSedunia #idulfitri2019

MENU

WhatsApp chat WhatsApp Kami